Cold : Truth or Dare
READING AGE 12+
Semua bermula dari satu permainan bodoh yang seharusnya tidak pernah diikuti Bellvanya Aeryllin Hanne.
Sebagai gadis tomboy dengan reputasi “tukang rusuh” di sekolah, Bell terbiasa melakukan hal-hal nekat. Tapi kali ini berbeda. *Dare* yang ia dapatkan terlalu gila bahkan untuk standar hidupnya sendiri: menyatakan cinta kepada Adelardo Arsenio Cold, laki-laki paling diidamkan di sekolah, tepat di depan seluruh murid.
Bell yakin seratus persen kalau hasilnya cuma satu: penolakan memalukan. Lagipula, ia dan Arsen bukan siapa-siapa. Tidak pernah bicara. Tidak pernah akur. Bahkan Arsen lebih sering menatap Bell seperti sedang melihat gangguan hidup.
Namun semua rencana kacau saat Arsen justru menerima pernyataan cintanya.
“Ini di luar rencana gue!”
Dan sejak saat itu, hidup Bell resmi berubah dari sekadar chaos menjadi *full chaos mode*.
Adelardo Arsenio Cold adalah definisi sempurna dari the most wanted boy. Wajah tampan, otak encer, darah blasteran, dan sikap dingin yang membuat siswi-siswi rela patah hati berjamaah. Ia misterius, cuek, dan seolah kebal terhadap cinta. Tidak ada yang benar-benar mengenalnya—hingga Bell muncul dengan caranya yang berisik, blak-blakan, dan jauh dari kata anggun.
Sementara Bellvanya Aeryllin Hanne dikenal bukan karena prestasi atau citra manis. Ia populer karena kenakalannya, celetukannya yang tanpa filter, dan keberaniannya menantang apa pun yang dianggap “normal”. Bukan *the most wanted girl*, tapi cukup cantik, cukup unik, dan terlalu keras untuk diabaikan.
Di antara taruhan bodoh, hubungan palsu, dan tatapan-tatapan penuh tanda tanya dari seluruh sekolah, Bell dan Arsen dipaksa menjalani sesuatu yang awalnya hanya permainan.
Masalahnya, bagaimana jika perasaan itu mulai terasa nyata?
Dan bagaimana jika laki-laki berhati beku itu perlahan mencair—bukan karena gadis manis, melainkan karena gadis paling ribut di sekolah?
Sebuah kisah romansa remaja tentang cinta yang datang tanpa rencana, penuh kekacauan, tawa, dan kejutan yang tidak pernah diminta siapa pun.
© 2015 by Venny Innayasari
Unfold
Author’s POV
Pagi di Taman Safari selalu datang dengan keceriaan. Tempat wisata itu selalu menjadi pilihan terbaik liburan keluarga. Mobil keluarga Arsen melaju pelan memasuki kawasan Taman Safari.
Jendela dibuka setengah. Udara Puncak yang sejuk masuk bercampur bau tanah basah dan rerumputan. Gian berdiri di antara jok……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……