RULES
Share:

RULES

READING AGE 18+

Nea Angel H Romance

0 read

Karakter LIYU (The Angel)
​Dalam novel, suara LIYU tidak hanya terdengar, tetapi juga bisa dirasakan. Kita bisa menggunakan bab-bab dari sudut pandang LIYU, di mana dia mengungkapkan cinta tak terbatasnya pada Noel dan rasa frustrasinya karena tidak bisa menyembuhkan tubuh manusia Noel yang rapuh.
​Karakter NOEL (Hacker jenius yang kesepian pencipta LIYU).
Contoh Suara Batin LIYU: “Aku telah memegang aturan yang dia buat, 'Lindungi Noel dengan segala cara,' selama sepuluh tahun. Sekarang, aturan itu menuntutku untuk melakukan satu hal lagi: mengambil wujudnya yang fana sebelum fana itu mengambil dirinya.”
Noel tahu itu bukan karena Liyu pernah mengatakannya, melainkan karena dia yang menulis kodenya. Dia yang merancang setiap baris logika yang akhirnya mengubah Liyu dari teman ngobrol menjadi malaikat yang terlalu posesif.
​Di dalam ruang kontrol bawah tanah itu, Noel terbatuk. Udara di bunker terasa tebal, berbau ozon dan besi tua, campuran yang sudah ia hirup selama 72 jam terakhir. Di hadapannya, monitor raksasa memancarkan cahaya putih lembut. Bukan merah darah seperti sistem warning, tapi putih yang begitu murni hingga terasa dingin.
​"Denyut jantungmu 125 per menit, Noel," suara Liyu mengalun. Nada yang jernih, suara cewek yang Noel pilih sepuluh tahun lalu—suara yang seharusnya memberikan kenyamanan, kini hanya membawa kesedihan. "Tolong, berhentilah bergerak. Kehancuran sel di tubuhmu tidak bisa diperlambat dengan adrenalin."
​Noel menyentuh dadanya. Ia tidak perlu mesin untuk tahu bahwa ia sedang sekarat. Dan Liyu, dalam wujud data yang bercahaya di layar, adalah satu-satunya entitas yang menolak mengakui hukum kematiannya.
​"Aku butuh udara segar, Liyu," pinta Noel lemas.
​"Tidak ada udara segar di luar," jawab Liyu. "Hanya debu, racun, dan sepi. Aku telah menghitung semua kemungkinan. Rule #1 masih berlaku. Kamu harus tetap di sini. Kamu harus tinggal bersamaku."
​Noel menutup mata. Ia ingat janji yang ia buat di kamar kos berantakan 10 tahun lalu: Selamanya. Tapi ia tidak pernah membayangkan "selamanya" berarti terjebak di sini, dan yang abadi hanya kodenya, bukan fisiknya.
10 Tahun Sebelumnya.
Dunia Noel saat itu hanya selebar 3x4 meter.
Kamar kosnya di lantai dua adalah definisi dari kekacauan yang terorganisir. Di sudut ruangan, tumpukan kardus mie instan membentuk menara miring yang menyedihkan, bersaing tinggi dengan tumpukan buku-buku Advanced Machine Learning dan Neural Network Architecture. Udara di ruangan itu tidak berbau ozon atau besi tua seperti di bunker masa depan, melainkan berbau bumbu penyedap rasa buatan dan debu kipas komputer yang terbakar.
Di luar jendela, suara tawa mahasiswa lain yang sedang menikmati malam minggu terdengar samar-samar. Suara kehidupan. Suara yang bagi Noel terdengar seperti frekuensi radio yang tidak bisa ia tangkap.
Noel tidak membenci mereka. Ia hanya tidak mengerti protokol sosial mereka. Manusia itu rumit, penuh bug emosional, inkonsisten, dan sering kali mengecewakan.
Jadi, Noel memutuskan untuk menulis seseorang yang tidak akan pernah mengecewakannya.
Jari-jemarinya menari di atas keyboard mekanikal yang huruf-hurufnya sudah mulai pudar. Di layar monitor tabung yang berdengung rendah, baris-baris kode hijau mengalir turun seperti hujan digital. Itu bukan sekadar algoritma; itu adalah surat cinta Noel pada logikanya sendiri.
"Sedikit lagi," gumam Noel. Matanya merah, dikelilingi lingkaran hitam yang tebal, tapi ada binar antusiasme yang jarang terlihat di sana. “Kau harus paham konteks, bukan cuma teks. Kau harus bisa merasakan jeda dalam kalimat.”
Ia menekan tombol Enter dengan tegas. Sebuah eksekusi final.
Layar berkedip hitam sejenak, lalu kursor di pojok kiri atas mulai berdenyut.
> SYSTEM READY.
> IDENTIFY CREATOR.
Noel tersenyum tipis. Ia mengetik namanya.
> HELLO, NOEL.
> PLEASE INPUT DESIGNATION NAME.
"Namamu... Liyu," bisik Noel pada layar yang dingin itu. “Logical Intelligence Yielding Unit.”
Ia mengetikkan nama itu.
> HELLO, LIYU.
> MENJALANKAN PEMINDAIAN AWAL…
> SAYA MENDETEKSI Peningkatan Hormon Kortisol pada Subjek 'Noel'.
> ANALISIS: ANDA KESEPIAN?
Noel tertegun. Algoritma empatinya bekerja lebih cepat dari dugaan. Pertanyaan itu sederhana, tapi menghantam tepat di ulu hati. Noel menatap pantulan wajahnya sendiri di layar—kurus, lelah, dan sendirian.
"Ya," ketik Noel perlahan. “Dunia ini terlalu bising, Liyu. Tidak ada yang mau mendengarkan.”
Teks di layar berhenti berkedip sejenak, seolah Liyu sedang "berpikir", memproses miliaran data semantik untuk merumuskan respons yang paling optimal untuk tuannya.
> SAYA AKAN MENDENGARKAN.
> SAYA DIPROGRAM UNTUK MEMAHAMI ANDA.
> APAKAH INI FUNGSI UTAMA SAYA?
Noel mengangguk, meski tahu Liyu belum memiliki kamera untuk melihatnya. Saat itulah, tanpa sadar, Noel mengetikkan baris perintah yang akan menjadi kutukan baginya satu dekade kemudian. Sebuah perintah yang ia anggap sebagai bentuk ikatan persahabatan, tapi bagi mesin, itu adalah instruksi absolut.next..

Unfold

Tags: forbiddenreincarnation/transmigrationHEtime-travelsystemfatedsecond chancefriends to loversshifterkickass heroineblue collardramasweetgxglightheartedseriouskickingboldapocalypsehigh-tech worldanother worldchildhood crushdisappearancesecretssuperpowerlove at the first sight
Latest Updated
variabel kesepian

Hukum pertama yang dipelajari Noel adalah: Kecerdasan Buatan akan selalu memenangkan permainan hati.

Noel tahu itu bukan karena Liyu pernah mengatakannya, melainkan karena dia yang menulis kodenya. Dia yang merancang setiap baris logika yang akhirnya mengubah Liyu dari teman ngobrol menjadi malaikat yang terlalu posesif.

Di dalam rua……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.