Simpanan Se(x) Dosenku
READING AGE 18+
“Ah … pelan-pelan, Sam …” Lenguhan penuh memohon itu lolos dari bibir Maura ketika Samudra semakin mempercepat gerakannya.
"Sebut namaku, Maura," perintah Samudra, suaranya rendah dan penuh otoritas yang tak terbantahkan. Tangannya mencengkeram pinggang ramping Maura, mengunci gadis itu dalam d******i yang menyesakkan napas.
Di bawah remang lampu apartemen, Maura terjepit dalam dilema yang menghancurkan. Setiap sentuhan Samudra adalah racun sekaligus penawar bagi nyawa adiknya yang ia beli dengan harga diri.
"Sam..."
Satu desahan itu sudah cukup bagi Samudra untuk mencapai puncak kegilaannya, suara Maura benar-benar membuatnya bisa merasa puas.
"Pak—"
"Aku tidak suka panggilan itu saat kita hanya berdua," dengus Samudra dingin sembari menyesap rokoknya, memamerkan sisi predator yang tak pernah terlihat di ruang perkuliahan.
Dengan sisa keberaniannya, Maura berbisik, "Aku ingin membayar utangku... dan berhenti menjadi simpananmu."
Detik itu juga, suasana mendingin. Samudra menekan ujung rokoknya ke asbak dengan gerakan kasar, lalu mencengkeram rahang Maura hingga gadis itu mendongak menatap obsidian gelapnya yang membara.
"Siapa yang memberimu izin untuk mengaturku, Maura? Jangan harap aku melepaskanmu. Kamu akan tetap menjadi pemuasku... sampai aku bosan."
Unfold
"Sekarang udah baikan?" Vino tersenyum tipis, matanya mengamati wajah Maura yang masih menyisakan rona merah di sekitar mata meski air matanya telah mengering.
Maura memaksakan tawa kecil, suara sengaunya masih terdengar jelas. "Aku malu-maluin banget ya, menangis kayak anak kecil di taman kampus begini," kekehnya sumbang, mencoba menut……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……