529
VISITORS
206

ABOUT ME

1. Simpanan Hasrat Sang Taipan 2. Simpanan Se(x) Dosenku 3. ... Here's you can read on Dreame/Innovel

ABOUT ME

1. Simpanan Hasrat Sang Taipan 2. Simpanan Se(x) Dosenku 3. ... Here's you can read on Dreame/Innovel
FOLLOWING
You are not following any writers yet.
More

STORY BY Shofianza

Simpanan Hasrat Sang Taipan

Simpanan Hasrat Sang Taipan

Reads

"Harganya lima miliar, Nara. Dan aku tidak menerima cicilan. Aku hanya menerima dirimu—utuh, tanpa sisa."Menjadi pekerja biasa yang terjepit kemiskinan merupakan gambaran hidup Nara, sampai Devan Anggara menemukannya. Seorang CEO tidak menginginkan sekretaris, pekerja atau anak buah baru. Pria itu hanya menginginkan mainan yang bisa dikunci di lantai teratas kekuasaannya.Di siang hari, Devan adalah penguasa korporasi yang kejam dan tak memandang belas kasihan. Di malam hari, dia adalah pemilik setiap inci tubuh Nara. Tanpa status, tanpa cinta, hanya ada kontrak gelap dan gairah yang membakar di balik pintu tertutup.Nara hanya berpikir dia bisa bertahan selama dua tahun. Dia tidak tahu bahwa sekali Devan Anggara menyatakan sesuatu, dia tidak akan pernah melepaskannya … meski harus menghancurkan dunia untuk itu.

Updated at

Read Preview
Simpanan Se(x) Dosenku

Simpanan Se(x) Dosenku

Reads

“Ah … pelan-pelan, Sam …” Lenguhan penuh memohon itu lolos dari bibir Maura ketika Samudra semakin mempercepat gerakannya. "Sebut namaku, Maura," perintah Samudra, suaranya rendah dan penuh otoritas yang tak terbantahkan. Tangannya mencengkeram pinggang ramping Maura, mengunci gadis itu dalam dominasi yang menyesakkan napas. Di bawah remang lampu apartemen, Maura terjepit dalam dilema yang menghancurkan. Setiap sentuhan Samudra adalah racun sekaligus penawar bagi nyawa adiknya yang ia beli dengan harga diri. "Sam..." Satu desahan itu sudah cukup bagi Samudra untuk mencapai puncak kegilaannya, suara Maura benar-benar membuatnya bisa merasa puas. "Pak—" "Aku tidak suka panggilan itu saat kita hanya berdua," dengus Samudra dingin sembari menyesap rokoknya, memamerkan sisi predator yang tak pernah terlihat di ruang perkuliahan. Dengan sisa keberaniannya, Maura berbisik, "Aku ingin membayar utangku... dan berhenti menjadi simpananmu." Detik itu juga, suasana mendingin. Samudra menekan ujung rokoknya ke asbak dengan gerakan kasar, lalu mencengkeram rahang Maura hingga gadis itu mendongak menatap obsidian gelapnya yang membara. "Siapa yang memberimu izin untuk mengaturku, Maura? Jangan harap aku melepaskanmu. Kamu akan tetap menjadi pemuasku... sampai aku bosan."

Updated at

Read Preview

Navigate with selected cookies

Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.