Mengendap di Antara Kata
Share:

Mengendap di Antara Kata

READING AGE 12+

timotius suryadi Romance

0 read

Apa jadinya jika dua jiwa yang terluka tidak saling menyembuhkan, tapi saling menemani dalam diam?
Bagaimana jika cinta tidak datang sebagai pelarian, tapi sebagai cermin—yang justru menunjukkan bagian diri yang selama ini kita hindari?
Tama & Laras bukan sekadar cerita tentang pertemuan, perpisahan, dan cinta. Ia adalah perjalanan batin dari dua manusia yang mengajarkan kita: bahwa rumah bisa rapuh, cinta bisa lelah, dan pulang... kadang justru ke dalam diri sendiri.
Bagi Tama, menulis bukanlah sebuah hobi, melainkan satu-satunya cara agar ia tidak gila oleh sepi. Jurnal berkulit cokelat di lacinya penuh dengan cerita yang menggantung—paragraf-paragraf tanpa akhir yang mencerminkan hidupnya sendiri: tidak selesai, buntu, dan penuh tanda tanya.
Hingga sore itu, di bawah langit jingga yang perlahan meredup, sebuah pertanyaan sederhana dari Laras menghantam inti jiwanya: “Tama, kamu pernah merasa gagal?” Pertemuan tak sengaja dengan Laras di sebuah taman baca kota mengubah segalanya. Laras adalah pembawa cahaya, sementara Tama adalah sang penyimpan mendung. Bersama Laras, hal-hal remeh-temeh berubah menjadi tidak sederhana. Melalui interaksi yang sarat emosi dan ketegangan batin yang halus, novel ini mengajak kita mengintip ke dalam bilik paling sunyi dari hati manusia. Kisah ini adalah pengingat bahwa di balik setiap perih yang kita sembunyikan, selalu ada kekuatan tipis yang menolak untuk padam.

Unfold

Tags: darklove-trianglefamilytime-travellove after marriagefatedsecond chancefriends to loverssingle motherdramatragedysweetlightheartedmysterycampuscityoffice/work placesmall townchildhood crush
Latest Updated

Asumsi sering kali menjadi racun yang paling sunyi di dalam d**a manusia. Setelah hari-hari penuh tawa bersama anak-anak di taman bacaan, sebuah kabar angin yang berembus tanpa arah sempat membuat benteng batin Laras yang tipis seketika goyah. Seseorang mengatakan melihat Tama kerap berjalan bersama seorang perempuan di dekat area kampus—soso……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.