0
VISITORS
0

ABOUT ME

Tim Suryadi lahir di lereng Gunung Lawu, di antara kabut pagi dan sunyi yang tak pernah memaksa. Ia tumbuh dalam dekapan alam yang tak banyak bicara, tapi selalu mengajarkan: bahwa yang tenang bukan berarti lemah, dan yang diam seringkali menyimpan cahaya. Langkah hidupnya membawanya ke berbagai ruang pengabdian—dari organisasi yang membentuk empati, hingga ruang kelas yang memantulkan kembali makna memberi. Kini ia menjalani hari sebagai dosen di Kota Bengawan, tempat di mana sungai mengalirkan cerita, dan kata-kata menjadi jembatan antara hati dan pengertian. Ia menggagas Karanganyar Menginspirasi dan Karanganyar Bermimpi, bukan untuk menjadi yang paling tahu, melainkan agar semakin banyak yang berani percaya pada kemungkinan. Baginya, menulis bukan perkara memindahkan isi kepala ke atas kertas, tapi menyalakan sejumput cahaya di tengah gelap yang kita semua alami. Ia percaya: tidak semua pulang harus memiliki alamat, tidak semua luka harus diumumkan. Yang penting adalah keberanian untuk tetap menyala—meski tak ada yang menyorot, meski tak ada yang mengerti. Temui dia di ig @timotius.suryadi

ABOUT ME

Tim Suryadi lahir di lereng Gunung Lawu, di antara kabut pagi dan sunyi yang tak pernah memaksa. Ia tumbuh dalam dekapan alam yang tak banyak bicara, tapi selalu mengajarkan: bahwa yang tenang bukan berarti lemah, dan yang diam seringkali menyimpan cahaya. Langkah hidupnya membawanya ke berbagai ruang pengabdian—dari organisasi yang membentuk empati, hingga ruang kelas yang memantulkan kembali makna memberi. Kini ia menjalani hari sebagai dosen di Kota Bengawan, tempat di mana sungai mengalirkan cerita, dan kata-kata menjadi jembatan antara hati dan pengertian. Ia menggagas Karanganyar Menginspirasi dan Karanganyar Bermimpi, bukan untuk menjadi yang paling tahu, melainkan agar semakin banyak yang berani percaya pada kemungkinan. Baginya, menulis bukan perkara memindahkan isi kepala ke atas kertas, tapi menyalakan sejumput cahaya di tengah gelap yang kita semua alami. Ia percaya: tidak semua pulang harus memiliki alamat, tidak semua luka harus diumumkan. Yang penting adalah keberanian untuk tetap menyala—meski tak ada yang menyorot, meski tak ada yang mengerti. Temui dia di ig @timotius.suryadi
FOLLOWING
You are not following any writers yet.
More

STORY BY timotius suryadi

Mengendap di Antara Kata

Mengendap di Antara Kata

Reads

Apa jadinya jika dua jiwa yang terluka tidak saling menyembuhkan, tapi saling menemani dalam diam? Bagaimana jika cinta tidak datang sebagai pelarian, tapi sebagai cermin—yang justru menunjukkan bagian diri yang selama ini kita hindari? Tama & Laras bukan sekadar cerita tentang pertemuan, perpisahan, dan cinta. Ia adalah perjalanan batin dari dua manusia yang mengajarkan kita: bahwa rumah bisa rapuh, cinta bisa lelah, dan pulang... kadang justru ke dalam diri sendiri. Bagi Tama, menulis bukanlah sebuah hobi, melainkan satu-satunya cara agar ia tidak gila oleh sepi. Jurnal berkulit cokelat di lacinya penuh dengan cerita yang menggantung—paragraf-paragraf tanpa akhir yang mencerminkan hidupnya sendiri: tidak selesai, buntu, dan penuh tanda tanya. Hingga sore itu, di bawah langit jingga yang perlahan meredup, sebuah pertanyaan sederhana dari Laras menghantam inti jiwanya: “Tama, kamu pernah merasa gagal?” Pertemuan tak sengaja dengan Laras di sebuah taman baca kota mengubah segalanya. Laras adalah pembawa cahaya, sementara Tama adalah sang penyimpan mendung. Bersama Laras, hal-hal remeh-temeh berubah menjadi tidak sederhana. Melalui interaksi yang sarat emosi dan ketegangan batin yang halus, novel ini mengajak kita mengintip ke dalam bilik paling sunyi dari hati manusia. Kisah ini adalah pengingat bahwa di balik setiap perih yang kita sembunyikan, selalu ada kekuatan tipis yang menolak untuk padam.

Updated at

Read Preview

Navigate with selected cookies

Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.