Hasrat Dendam Mantan Pacar (Nikah Kontrak)
Share:

Hasrat Dendam Mantan Pacar (Nikah Kontrak)

READING AGE 18+

anggezpunya NewAdult

0 read

Mantan terindah?
Mungkin itu bukan judul yang tepat bagi kisah cinta Nathan dan Indah. Salah paham dan keras kepala membuat keduanya berpisah dengan cara yang menyakitkan satu sama lain.
“Bang, aku bisa jelasin ini semua. Ini tuh gak seperti …”
“Jelasin apa lagi? Jelasin kalau kamu sudah menjual diri kamu cuma karena uang? Kenapa? Aku bisa kamu berapapun yang kamu butuh tanpa kamu harus menjual diri seperti ini! Kamu menjijikkan!”
“Bang, aku …”
“Simpan air mata kamu. Aku gak nyangka kalau kamu ternyata cuma perempuan murahan!”
“Aku yang gak nyangka kalau kamu bisa menganggap aku seperti itu. Harusnya aku yang bilang menyesal sudah kenal sama kamu, Bang. Padahal kamu tahu sendiri, hanya kepada siapa aku jadi murahan?! Kita putus!”
Indah pergi. Memutuskan segala komunikasi ataupun kemungkinan ia bertemu dengan mantan pacarnya itu. Tapi takdir seakan mempermainkannya.
Mereka bertemu kembali dalam situasi yang sulit Indah hindari.
"Jadi istriku kalau tidak bayar hutang kamu, cash!"
Apa jadinya bila Indah harus bertemu dengan mantan menyebalkan itu? Dan malah ditawarkan sebuah kontrak. Bukan pekerjaan melainkan kontrak untuk menjadi istri.
Bisakah keduanya memperbaiki kesalahan di masa lampau ketika ego yang tinggi masih menguasai keduanya? Atau lebih baik menghindar agar tidak terluka lagi?
Welcome di cerita aku yang kedua gengs.
Semoga suka dengan kisah Abang Nathan dan Ayang Indah, happy reading
Jangan lupa untuk kasih love, subscribe/follow dan tinggalin komentar kalian yah geng
Boleh juga baca buku Mak Othor yang udah ongoing banyak buat marathon sambil tunggu cerita ini update, judulnya Gairah Sugar Daddy

Unfold

Tags: revengedarklove-trianglecontract marriageHEopposites attractsecond chancebadboytragedysweetoffice/work placelove at the first sightassistant
Latest Updated
78 Niat Mami Lila

“Morning everyone,” ujar Nala heboh seperti biasanya. Ia mengecup pipi Mami juga Papinya secara bergantian.

“Pagi juga, Kak,” sapa Papi Reza lalu disambung juga oleh Mami Lila.

“Eh tumben si kembar udah rapih aja. Kayak bapak-bapak aja lo pada pakai kemeja sama dasi gitu. Hitam putih kek papan catur,” tegur Nala pada dua adiknya. ……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.