Cinta Kantor Terlarang: Bos Galak yang Jatuh Hati
READING AGE 18+
Satu tumpahan kopi panas di hari pertama kerja sudah cukup membuat Aira Prameswari yakin karirnya akan berakhir sebelum mulai. Apalagi kopi itu tumpah ke sepatu Reyhan Arvendra—Direktur Utama PT Kreasi Prima yang terkenal dingin, galak, dan tak pernah tersenyum selama tiga tahun terakhir.
Entah kutukan atau keberuntungan, Reyhan justru menunjuk Aira—karyawan baru yang masih grogi—sebagai asisten pribadinya di tengah proyek terbesar perusahaan. Hari-hari Aira berubah jadi mimpi buruk sekaligus mimpi indah: rapat pagi yang menegangkan, kritik pedas yang bikin ingin menangis, lembur sampai larut di kantor kosong, dan tatapan tajam yang perlahan… terasa berbeda.
Di balik dinding esnya, Aira menemukan rahasia Reyhan: pria yang membangun kerajaan dari nol setelah kehilangan segalanya, yang diam-diam peduli pada orang-orang di sekitarnya, yang ternyata masih menyimpan luka dalam karena pengkhianatan masa lalu.
Namun cinta yang mulai tumbuh di antara deadline dan hujan deras Jakarta ini terlarang. Aturan perusahaan tegas: hubungan atasan-bawahan berarti pemecatan. Rumor kantor menyebar liar, saingan Reyhan mengintai untuk menjatuhkannya, dan masa lalu yang kelam kembali mengancam.
Akankah Aira dan Reyhan berani mempertaruhkan karir, nama baik, dan hati mereka untuk cinta yang datang dari tempat paling tak terduga?
Ataukah mereka akan belajar bahwa kadang, senyum pertama setelah bertahun-tahun menunggu… layak diperjuangkan mati-matian?
Sebuah office romance penuh gairah, air mata, tawa, dan harapan—tentang dua jiwa yang saling menyembuhkan di tengah kerasnya dunia kerja Jakarta.
Happy ending yang bikin hati hangat, dijamin baper sampai halaman terakhir.
Unfold
Dunia nyata adalah tempat yang dingin, berbau antiseptik, dan penuh dengan suara dengung mesin yang tak kenal ampun.
Saat Lyra mencoba mempertahankan genggaman tangannya pada Elian di dunia simulasi yang runtuh, ia merasakan tarikan yang menyakitkan di pangkal tengkoraknya. Seolah-olah ada ribuan kail pancing yang ditarik paksa dari dalam……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……