Memeluk Kabut
READING AGE 16+
“Arkana Wiramandala,” nama lengkap Bujang lanang dari kota kecil di Jawa Barat, Indramayu ‘kota Mangga' demikian sebutanya, Kota dimana tidak berdiri Megah Candi-candi, atau indah deretan bukit-bukit dan Pegunungan, seperti kota-kota wisata lainnya di Indonesia.
Berbekal 'Ijazah SMA,’ Arkana menantang kerasnya hidup di ibukota. Kota dimana ia bertemu seseorang yang selalu menciptakan senyum dan sekaligus menghancurkanya di waktu yang sama.
Diyyara ialah nama gadis yang selalu Arkana puja di sing dan malam, seolah nadinya kan terhenti jika sehari saja tidak memandang wajah ayu wanitanya.
Di hiruk pikuk Kota dan riuh realita dunia adanya, sungguh tak ada yang sanggup mendengar gelegak Jiwa Sang Bujang yang sedari tadi menahan hentakan rasa, setelah mendengar suatu kenyataan yang harus ia terima....
“Diyy...kemarin sepertinya aku tidak pernah mendekapmu, rasakan kehangatan mu, merindukan mu, apalagi untuk memiliki mu itu tidak mungkin kan, Di? Iya Diy itu seprtinya tidak mungkin. Diy... Selama ini, sepertinya aku hanya memeluk kabut, hanya memeluk Kabut... bukan kamu.”
by Malebbi
Unfold
Bila benar adanya, bahwa terkadang... mencintai tak harus memiliki.
Diyyara gadis jelita itu selalu bersikap manis bahkan cenderung tidak memberi batas pada Arka yang notabene nya seorang OB, bahkan sering kali Diyyara menggoda Arka dengan panggilan-panggilan yang membuat hati Arka semakin kacau dan melambung, bagaima……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……