Benih Rahasia Tuan Kai
Share:

Benih Rahasia Tuan Kai

READING AGE 18+

MyNess Romance

0 read

Suara desahan di kamar ART keluarga Saverio membuat sang empunya rumah itu tergoda, tergoda akan hasrat yang sudah lama tidak ia tumpahkan kepada seorang wanita.Sebenarnya ini bukan soal hasrat saja, namun perlakuan dan kegenitan sang ART membuat Kaizan Saverio tergoda. Ya dia adalah pria yang normal, tak mungkin tak mencobanya jika sudah didepan mata. Kaizan sedang berada di fase jenuh pada pernikahan dan sedang ada di fase perceraian, sang istri bermain api dan membuat Kaizan kesal, hingga akhirnya memilih mengakhiri.Bagi Kaizan, wanita jika sudah bermain api, tak akan pernah kembali dan tak bisa diberikan kesempatan, apa pun itu asal tidak bermain api, Kaizan akan memaafkan. Kaizan sudah memberikan segalanya, namun ia harus mendapatkan ujian pernikahan disaat Sarah—sang istri—jatuh hati pada pria lain."Kita cerai saja, aku sudah tidak bisa bersamamu, aku mencintainya." Kata-kata itu terucap dari mulut Sarah sehingga perceraian pun sudah menjadi keputusan terakhir. Dan ini bukan perceraian yang diminta Sarah pertama kali, namun sudah kesekian kalinya.Mereka sudah di anugerahi anak laki-laki bernama Rafka. Yang kini berusia 7 tahun. Sarah saja tak dekat dengan putranya sendiri, Rafka lebih banyak bersama ART di rumah mereka. Karena kesibukan itu membuat keduanya harus bertahan, bukan bertahan karena cinta, namun karena Rafka. Ketika Kaizan berada di fase sedih, terluka dan hancur, sang ART hadir disisinya, Yasmin Malika—gadis cantik dengan tubuh yang pulen. Usianya juga jauh lebih muda dari mereka.

Unfold

Tags: revengelove-triangleone-night standfamilyHEescape while being pregnantage gapfatedfriends to loversstepfatherheir/heiressblue collardramasweetlightheartedseriouskickingcityoffice/work placeaffairaddicted to loveassistant
Latest Updated
ENDING!!!!

Malam di atas Menara Saverio bergulir seperti aliran sutra ungu yang perlahan menyelimuti seluruh sudut Jakarta.

Angin malam berembus santai, membawa pergi sisa-sisa ketegangan yang sempat mengendap di ruang kerja Rafka.

Ghea masih berdiri di dekat jendela kaca besar, menatap kerlip lampu kota yang tampak seperti tabura……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.