Gue Suka Sama Lo, So What?
READING AGE 18+
Zevan adalah CEO muda dengan wajah dingin dan keputusan yang selalu datang lebih cepat dari perasaannya sendiri. Kantornya rapi, hidupnya terkontrol, dan jarak aman selalu dia pasang seolah semua hal bisa diatur seperti laporan keuangan. Sampai hari Zevi duduk di ruang interview miliknya, dengan sikap tenang dan jawaban singkat, lalu keluar dari ruangan membawa kabar diterima kerja lebih cepat dari yang dia duga. Miko, HRD sekaligus sahabat Zevan, cuma tertawa sambil menepuk bahunya, “Cocok juga, Zevan Zevi,” yang dibalas Zevan dengan tatapan datar. Bulan-bulan berlalu, Zevi mulai hafal kenapa dirinya sering kesal oleh sikap Zevan yang seenaknya, sementara Zevan tanpa pernah menanyakan status dengan santai menyebut Zevi pacarnya sendiri, seolah itu keputusan biasa, dan menutup semua protes dengan satu kalimat ringan tapi bikin jantung berantakan: “Gue suka sama lo, so what?”
Unfold
Satu tahun berlalu begitu cepat. Waktu berjalan seolah tak terasa, membawa banyak perubahan, namun satu hal yang tak pernah berubah: cara Zevan dan Zevi saling memandang. Masih sama, penuh rasa bangga, hormat, dan cinta yang makin dalam.
Pagi itu, sinar matahari pagi menembus jendela lebar rumah mereka yang menghadap langsun……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……