Satu Malam Lagi, Pak Bos
READING AGE 18+
Dia bilang jangan jatuh cinta. Dia bilang dia bisa. Mereka berdua salah.
Kalea Anindya Prameswari tahu aturannya sejak awal. Just for fun. Tanpa perasaan. Tanpa komitmen. Tanpa masa depan.
Raka Adhyaksa Mahendra, atasannya, legenda industri kreatif, pria yang tidak pernah tidur dua kali dengan orang yang sama, menawarkan kesepakatan yang seharusnya mudah. Satu malam. Lalu satu malam lagi. Hingga tidak ada yang tersisa selain debaran jantung yang tidak seharusnya ada.
Setiap sentuhan Raka adalah pertanyaan yang tidak pernah dijawab. Setiap ciumannya adalah janji yang tidak pernah ia ucapkan. Dan setiap malam yang mereka habiskan bersama, Kalea semakin dalam, ke dalam tubuhnya, ke dalam hidupnya, dan ke dalam rahasia yang ia sembunyikan di balik kemeja mahal dan senyum yang tidak pernah sampai ke mata.
Kalea tahu ia seharusnya berhenti. Tapi bagaimana caranya berhenti, ketika setiap kali Raka berkata "satu malam lagi," bibirnya selalu menjawab "iya"?
Yang tidak Kalea tahu, Raka juga tenggelam. Dan di antara rapat tengah malam, gosip kantor, dan hantu masa lalu yang menuntut balas, mereka harus memilih: tetap bertahan pada tembok yang melindungi mereka dari luka, atau meruntuhkannya dan berani percaya bahwa cinta tidak selalu berakhir seperti yang mereka takutkan.
Unfold
“Kita perlu aturan.”
Kalea mengerjap perlahan, menarik selimut satin hitam untuk menutupi bahunya yang telanjang sebelum menoleh ke arah Raka yang kini sudah duduk di tepi tempat tidur sambil mengenakan kemeja putihnya. Gadis itu mengangguk pelan, merapikan helaian rambut acak-acakan di wajahnya. “Oke. Apa saja?”
Suasana di kamar ……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……