Jerat Obsesi Tuan Muda
Share:

Jerat Obsesi Tuan Muda

READING AGE 18+

Fillani Putri Romance

0 read

"Jangan menatap kakakku dengan mata penuh cinta itu, Alana. Karena setiap kali kamu melakukannya, aku ingin mematahkan kakinya agar dia tidak bisa menemuimu lagi."
Bagi Alana, keluarga Arkananta adalah penyelamat sekaligus penjara berlapis emas. Selama sepuluh tahun, dia memendam rasa pada Nathan, si sulung yang tenang dan selalu melindunginya. Alana mengira cintanya akan berlabuh di pelaminan bersama Nathan, hingga sebuah pengumuman menghancurkan dunianya.
Tuan Arkananta menjodohkannya dengan Kenzie si bungsu yang liar, bermulut kasar, dan selalu menganggap Alana sebagai mainan favoritnya.
"Kenapa, Kak? Kenapa kamu membiarkan ayah melakukan ini?" tangis Alana pecah di depan Nathan.Namun, Nathan hanya menatapnya dingin, seolah Alana hanyalah pion dalam permainan bisnisnya.
"Jadilah istri yang baik untuk adikku, Alana."
Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Kenzie, Alana harus menghadapi kegilaan suaminya yang posesif di balik pintu kamar. Kenzie tidak butuh cinta Alana; dia hanya butuh raga Alana untuk ia miliki sepenuhnya.Namun, saat Alana mulai menyerah pada sentuhan panas Kenzie, dia menyadari satu hal yang lebih mengerikan: Nathan tidak pernah benar-benar melepaskannya.
Di antara gairah yang membakar dan persaingan berdarah dua bersaudara, siapa yang sebenarnya tulus mencintai Alana? Dan siapakah yang hanya ingin memilikinya sebagai boneka pemuas nafsu?
---
"Selamat datang di neraka, Sayang. Jangan harap bisa melarikan diri, karena di rumah ini... aku dan Kakakku tidak pernah suka berbagi mainan."

Unfold

Tags: revengeforbiddenlove-triangleHEforcedopposites attractarranged marriageheir/heiressboldpolygamy
Latest Updated

Perjalanan udara dari London menuju Jakarta memakan waktu belasan jam, namun bagi Alana, waktu seolah berhenti di dalam kabin mewah jet pribadi Arkananta. Sejak pengakuan tentang status darah mereka terungkap, suasana menjadi canggung namun anehnya... jauh lebih intim.

Nathan dan Kenzie tidak lagi saling pukul. Sebaliknya, mereka sepert……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.