Suspicious Husband
READING AGE 18+
Note: Akan dikerjakan setelah Arion dan Killian selesai. Sementara akan di up 5 bab awal saja.
Burb:
Sehari setelah merasuki tokoh jahat di sebuah Novel yang yang aku benci, aku langsung merubah alur ceritanya. Alih-alih menggoda tokoh utama Pria yang sudah memiliki istri dan berpotensi mati mengenaskan seperti yang tertulis di Novel, aku memilih untuk mendekati tokoh sampingan yang kisah cintanya paling menyedihkan.
Namaku Amanda dan mulai detik ini Bima akan menjadi tujuan hidupku. Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkannya! Selain untuk memberinya Happy Ending seperti tokoh utama lainnya, aku juga membutuhkan bantuannya untuk membalas dendam pada keluargaku yang jahat.
"Bagaimana kalau menjadikan aku tawanan dengan menikahiku, sehingga kamu bisa dengan mudah menghancurkan keluargaku yang sudah lama kamu incar itu Om?" Dengan penuh kesadaran, aku menawarkan diriku sebagai tawanan seorang Bima yang terkenal sebagai Mafia yang kejam tapi juga cerdik itu. Tapi yang tidak aku ketahui, Bima ternyata adalah orang yang sangat misterius dan mencurigakan. Apakah aku mengambil keputusan yang tepat?
***
Amanda Aurora Hanara di mata Bima adalah seorang gadis manja yang hidup di rumah kaca bernama Hanara. Sebuah keluarga Konglomerat yang ingin sekali dihancurkan oleh Bima karena mereka terlibat dalam pembunuhan Orang Tuanya dulu. Tapi gadis yang hidupnya terlihat baik-baik saja itu, tiba-tiba saja mendatanginya dan memberikan sebuah lamaran yang mengejutkan.
Awalnya Bima menolak, sampai dia mengetahui, gadis yang kelihatan ceria itu, ternyata disiksa oleh ibu tiri dan kakak tirinya di dalam sangkar emas keluarga Hanara. Bima memang mendakatinya dengan dalih seorang tawanan, tapi benarkah Amanda hanya seorang tawanan atau sebenarnya Bima tertarik pada gadis cerewet yang mulai memberikan warna pada hidupnya itu?
Unfold
Dinding-dinding kayu lapuk di kamar hotel murah kawasan pinggiran Amsterdam ini terasa semakin menyempit, mengimpit dadaku hingga napasku terasa tertahan. Udara dingin khas Eropa Barat menembus lewat celah jendela yang retak, namun peluh dingin justru membasahi pelipis dan tengkukku.
Ponsel di tanganku masih bergetar pelan setelah……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……