DUDA MERESAHKAN
READING AGE 18+
Bagi Clarissa. Om Kendra itu gantengnya udah kek apotik tutup. "GAK ADA OBATNYA"
-
"Om... Kok Om Kendra lama sih mendudanya? Oh, pasti Om Kendra lagi nungguin Caca tamat sekolah kan, habis itu Om Ken bakal lamar Caca, kan?"
-
"Ayo Om, lamar Caca sekarang aja, besok Caca udah pengumuman lulus lho! Entar kalo keduluan yang lain nyesel lho. Kan Om Kendra jadi tambah lama mendudanya!" Kembali Clarissa merecoki Kendra dengan pertanyaan yang sama, masih seputar pernikahan dan sungguh kepala Kendra terasa akan meledak sekarang.
-
Kendra sudah menduda lama, dia duda kaya, tampan, dan kerap membuat kaum wanita resah, jadi wajar jika Clarissa ingin mencoba peruntungan pada sahabat ayahnya itu.
-
Tapi apa jadinya jika Kendra terus menolak keinginan Clarissa, terlebih Kendra sudah menganggap Clarissa seperti putrinya sendiri?
-
Lalu, akankah Clarissa menyerah dengan penolakan Kendra?
-
Enggak. Karena prinsip Clarissa, yang MERESAHKAN harus di TUMBANGKAN.
Unfold
Kandungan Clarissa semakin membesar, hitungan hari menuju persalinan semakin dekat. Namun, gairah dan keinginan untuk terus disentuh seolah tidak pernah pudar dari benaknya. Dia tidak pernah menolak saat Kendra ingin memeluk dan menciumnya. Kendra pun merasa cintanya pada Clarissa semakin hari semakin bertambah.
Tibalah hari persali……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……