SANG RAJADI BALIK KEDINGINAN JENDERAL WIJAYA
READING AGE 18+
【ceo dan jendral militer×militer dingin,kejam, penyang+kakakpenyayang+jendral dan adik perempuan】missel mempunya kakaak militer dan sekaligus ceo terbesar ridho sangat menyanginya tapi juga kejam DESKRIPSI Di mata semua orang, Ridho Wijaya adalah sosok sempurna. Jenderal muda yang gagah, pemimpin konglomerat terbesar di Indonesia, dan seorang kakak yang sangat protektif. Namun, beban masa lalu menghantuinya-kematian orang tuanya yang bukan kecelakaan, melainkan pembunuhan yang misterius. Satu-satunya harta yang tersisa dan harus ia lindungi adalah adik perempuannya, Missel Wijaya. Bagi Ridho, Missel hanyalah anak manja, cengeng, ceroboh, dan pemboros yang hanya tahu menghabiskan uang. Tapi Ridho tidak tahu... Bahwa di balik sosok gadis SMP kelas 9 yang rapuh itu, tersembunyi Ratu Jalanan yang ditakuti seluruh dunia bawah tanah. Missel bukan hanya pembalap provisional tercepat, ia adalah jenius strategi perang dan pencipta teknologi canggih. la memimpin geng 10 wanita tangguh, sering dibully di sekolah namun membalasnya dengan cara yang tak terduga, dan bagi musuh... kata 'ampun' tidak ada dalam kamus hidupnya. Akankah Ridho menemukan sisi gelap adiknya sebelum terlambat? Dan bisakah mereka bersama-sama membalas dendam atas kematian orang tua mereka?Ridho & Missel Wijaya Ridho Wijaya dikenal sebagai Jenderal muda tangguh sekaligus CEO konglomerat terbesar. Ia sangat menyayangi dan melindungi adiknya, Missel—satu-satunya keluarga yang tersisa setelah orang tua mereka dibunuh secara misterius. Di matanya, Missel hanyalah gadis SMP yang manja dan lemah. Namun, tak ada yang tahu: di balik penampilan itu, Missel adalah pemimpin dunia bawah tanah yang ditakuti. Ia pembalap andal, jenius strategi dan teknologi, serta memimpin kelompok elit. Di sekolah ia sering dibully, tapi musuhnya tak pernah luput dari balasan. Akankah Ridho menemukan sisi asli adiknya tepat waktu? Dan dapatkah keduanya bekerja sama mengungkap kebenaran dan membalas dendam?
Unfold
Di Depan Gerbang Sekolah Bel pulang berbunyi nyaring. Missel berjalan keluar gerbang dengan langkah yang masih terlihat lemas dan lesu. Tas punggungnya diseret-seret di tanah, rambutnya sedikit berantakan, wajahnya terlihat capek sekali seolah habis lari maraton.
Di sana, sebuah mobil hitam mewah sudah menunggu. ……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……