BUKAN MENANTU PILIHAN (Kesenjangan Status Sosial)
READING AGE 16+
"Siapa bilang wanita miskin tidak pantas dicintai? Rania, gadis desa yang sederhana, dipersunting oleh Bagas, pewaris tunggal perusahaan besar. Bagi orang lain, ini adalah pernikahan yang membanggakan. Namun bagi Rania, pernikahan itu bukan awal mimpi indah, melainkan awal dari mimpi buruk. Di mata keluarga suaminya, Rania hanyalah BUKAN MENANTU PILIHAN. Ibu mertuanya selalu membandingkan Rania dengan wanita-wanita kaya yang dianggap memiliki kedudukan setara. "Kau itu cuma belut yang ingin jadi naga! Tidak pantas duduk di meja makan ini!" — begitu kalimat penghinaan yang hampir setiap hari ia dengar. Rania tidak pernah membalas kata-kata pedas itu. Ia memilih diam, bersabar, dan membuktikan segalanya lewat perbuatan nyata. Hingga suatu saat, masalah besar datang menerpa keluarga itu. Harta kekayaan yang dulu dibanggakan hampir ludes, dan semua orang yang dulu dekat pun pergi meninggalkan. Di saat itulah terbukti... ternyata hanya rania, si wanita sederhana yang dianggap rendah itu, yang punya hati tulus dan akal sehat untuk bertahan dan menolong. Akhirnya mereka sadar... Harta bisa habis seketika, tapi hati yang mulia tak ternilai harganya."
Unfold
Hari itu menjadi titik balik yang sangat besar dalam kehidupan Rania. Wanita yang kemarin sore masih dianggap sampah desa, masih disuruh menyapu halaman dan makan di sudut dapur bersama para pembantu, kini duduk tegak di balik meja kerja besar milik Bapak. Ruangan itu beraroma mahal, berjejer rak buku berisi kulit tebal, dan dihiasi lukisan bern……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……