She Was Fatty
READING AGE 18+
"Will! Pengamanmu!"Reine menatap kesal pada pengaman yang berada di lantai dekat dengan tempat sampah. Hari-harinya menjadi manajer dari Kim William benar-benar menyebalkan. Harus berhadapan dengan model m***m yang selalu membuatnya sakit kepala. "Tinggal buang saja, apa susahnya sih?" Suara bariton pria itu terdengar."Harusnya ia katakan pada dirinya sendiri, bodoh!" gerutu Reine hatinya dilanda kekesalan hingga buat ia ingin menelan Will hidup-hidup."Itu adalah bibit unggul yang terbuang sia-sia." Reine mengarahkan pandangan mematikan ke arah William yang tengah meneguk secangkir kopi. Pria itu berdiri di depan pintu, berpose. Sebuah handuk putih melilit tubuhnya sementara bagian atas tubuhnya dibiarkan terekspos. "Bibit unggul kepalamu!" kesal Reine.
Unfold
Bel pintu apartemen Will berbunyi saat ia dan Arthur sedang makan malam bersama.
“Biar aku saja yang buka,” ucap Arthur seraya meninggalkan meja makan.
“Kalau seorang gadis suruh dia menunggu di ruang tengah,” pesan Will, Arthur menghentikan langkah dan menoleh ke arah Will.
“Kau memesannya?” Arthur mengatakan itu dengan mena……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……