NADI KEDUA
READING AGE 18+
Jika cinta itu detak jantung pertama, maka pernikahan hanyalah denyutan kedua yang seharusnya tidak perlu ada.
Dokter Bedah Militer, Kapten Aryasatya Mahendra, selama ini selalu memandang Letnan Kinanti Larasati, istrinya, sebagai penanda kesialan. Pernikahan mereka merupakan sebuah ikatan tanpa cinta yang dipicu oleh skandal memalukan dan tekanan komando yang telah merenggut satu-satunya hal yang selama ini ia genggam, yaitu impian untuk bersatu dengan Naira, cinta sejatinya.
Arya yakin ia hanya terikat oleh selembar kertas kontrak untuk menjamin status Kinan agar sah sebagai istrinya di mata hukum. Namun bagi Kinan, meski hatinya remuk, ia akan memegang teguh janji bakti sebagai istri prajurit.
Tak lama setelah mengikat janji pernikahan yang terasa dingin, Arya dan Kinan dikirim dalam misi kemanusiaan darurat ke Kerajaan Sumedang, wilayah perbatasan yang rawan bencana dan konflik. Jantung Arya saat itu mencelos ketika ia mendapati kenyataan pahit bahwa Naira, dokter relawan yang kini sukses, telah lebih dulu berada di sana dan menjadi bagian penting dari tim mereka.
Di tengah rasa trauma yang mencekam dan harapan penduduk yang menunggu, cinta segitiga itu kembali menyala. Namun, kerumitan emosi mereka harus segera dikesampingkan saat operasi kemanusiaan tersebut terancam oleh Geng Serigala Hitam, sindikat mafia lokal yang memanfaatkan kekacauan untuk menyelundupkan barang dan senjata.
Arya, yang kini memimpin pasukan gabungan, harus menjaga konsentrasi dan wibawanya. Ia harus berjuang keras memisahkan perasaan masa lalu dengan tanggung jawabnya sebagai komandan, suami, dan dokter.
Ketika situasi di Kerajaan Sumedang semakin sulit dikendalikan, Arya terdesak pada sebuah keputusan, apakah ia akan merobek surat kontrak itu demi cinta yang seharusnya ia miliki, atau membiarkan Nadi Kedua ini berdetak, menyadari bahwa Kinan adalah satu-satunya orang yang bisa menjahit luka-lukanya dan menyelamatkan seluruh misi mereka?
Unfold
Suara raungan alarm di dalam penyimpanan bawah tanah itu bukan lagi sekadar peringatan. Tapi, itu adalah musik pengiring kematian yang memekakkan telinga. Debu beton mulai berguguran dari langit-langit, menutupi layar monitor yang masih menampilkan angka hitung mundur berwarna merah darah dan tertulis 02:45. Arya merasakan paru-parunya mulai se……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……