Dimatanya, Tergambar Masa Depan
Share:

Dimatanya, Tergambar Masa Depan

READING AGE 16+

Lentera Pijar Media Paranormal Urban

0 read

Kirana bukanlah gadis biasa. Sejak kecil, ia dikaruniai mata ajaib yang mampu melihat gambaran masa depan setiap kali menyentuh seseorang atau benda miliknya. Namun, anugerah itu justru dianggap kutukan. Di mata orang-orang, ia hanyalah gadis gila yang berbicara halusinasi, pembawa sial, dan penyakit bagi keluarga yang memeliharanya. Diasuh oleh Bu Lusi—ibu angkat yang membenci keberadaannya—dan Sandra, anak kandung yang sombong, iri hati, dan licik, hidup Kirana tak ubahnya seperti pembantu tanpa gaji. Ia bekerja keras siang malam, namun selalu menerima makian, hinaan, dan perlakuan kasar. Semua peringatan yang ia sampaikan demi keselamatan mereka selalu dianggap omong kosong. Bagi Raka, pria tampan, kaya raya, dan dingin yang diam-diam dicintai Kirana, gadis sederhana itu hanyalah sampah yang tidak pantas disandingkan dengannya. Ia lebih memilih Sandra yang cantik, bergaya, dan penuh kepura-puraan. Hingga suatu hari, apa yang selalu dikatakan Kirana terbukti nyata. Kecelakaan, kehancuran, dan musibah datang satu per satu sesuai apa yang ia lihat. Saat kemewahan mereka ludes, saat kekayaan mereka terancam hilang, dan saat masa depan mereka berada di ujung tanduk... barulah mereka sadar. Wanita yang selama ini mereka injak-injak, hina, dan sebut gila, adalah satu-satunya orang yang memegang kunci nasib mereka. Dan saat mereka bersujud memohon pertolongan, Kirana bukan lagi gadis penakut yang bisa diremehkan. Ia telah bangkit menjadi penguasa masa depan yang tak lagi memaafkan siapa pun yang pernah menyakiti hatinya. © LENTERA PIJAR MEDIA(Karya asli, terbit di berbagai platform)

Unfold

Tags: love-trianglefamilyfriends to loverskickass heroineheir/heiressdramatragedyserioussuperpower
Latest Updated
Bab 6 : Bayangan dari Masa Lalu

Suasana di rumah besar itu kini terasa lebih tenang dan damai setelah kebenaran tentang Pak Surya terungkap. Ancaman yang selama ini bersembunyi di balik senyum ramah akhirnya dibongkar, dan keamanan keluarga Pak Haris kembali terjaga. Namun, bagiku, Kirana, ketenangan ini tidak berlangsung lama. Sejak mataku tak sengaja tertuju pada foto lama d……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.