The Next CEO
READING AGE 16+
(Cerita ini adalah spin-off Ranting yang Patah)
Maura Arstanty Bimantara, yang sudah jengah dengan segala intrik kehidupan keluarga konglomerat, sungguh berharap ia akan bertemu laki-laki biasa dengan cinta yang luar biasa untuknya. Saat keluarganya hendak menjodohkannya dengan seorang anak pengusaha, ia meminta bantuan Andre untuk menjadi pacar pura-puranya.
Penampilan sederhana dan otak yang cerdas, membuat Maura berpikir bahwa Andre adalah mahasiswa jalur beasiswa dari keluarga biasa. Dari memintanya menjadi pacar pura-pura, ia justru jatuh hati sedalam-dalamnya. Di luar dugaannya, keluarganya justru mendukungnya agar tidak pernah melepaskan Andre. Kenapa? Siapa Andre? Mampukah Maura membuat Andre yang angkuh juga jatuh hati padanya? Atau ia harus merelakan perasaannya tak terbalas?
Andre Lazuardi Ranuwijaya, bungsu dari keluarga Ranuwijaya, tak pernah berencana memiliki romansa dengan perempuan. Ia hanya ingin menyelesaikan kuliah bisnisnya dengan cepat dan cemerlang lalu kembali ke tanah air untuk membantu ayahnya mengembangkan usaha keluarga mereka.
Ketika ada seorang perempuan yang meminta bantuannya untuk menjadi pacar pura-pura dan memberi imbalan uang, ia menerimanya karena teringat kakak perempuannya. Tak pernah terpikirkan hubungan itu akan berlanjut serius. Hingga suatu hari mereka terjebak dalam romansa satu malam. Maura yang tegas dan perhatian itu, mampukah membuat Andre akhirnya merelakan dirinya jatuh hati lebih cepat? Atau Andre masih tetap teguh dalam pendiriannya untuk tak jatuh cinta sebelum ia berhasil menjadi CEO?
Lalu bagaimana ketika Genta Hutama, seseorang dari masa lalu Maura, muncul kembali? Akankah ia membuat ikatan Andre dan Maura yang masih begitu rapuh itu merenggang, atau justru semakin menguat?
Unfold
Sudah lewat tengah malam saat Andre masuk ke kamarnya. Maura sudah terlelap di balik selimut dengan nyaman. Dikecupnya lembut kening Maura.
“Andre, baru pulang?” Maura meraih tangan Andre dan mengecupnya. Dia menyibakkan selimut meminta Andre masuk ke balik selimut mereka.
“Aku mandi dulu.”
“Gak usah. Aku suka bau kamu.”
……Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……