Sentuhan Terlarang Tuan Valente
Share:

Sentuhan Terlarang Tuan Valente

READING AGE 18+

Ellailaist NewAdult

0 read

"Kau hanyalah pajangan mahal di rumah ini, Elena. Jangan pernah bermimpi untuk memiliki hatiku."
Elena tahu posisinya. Pernikahan kontrak dua tahun dengan Dante Valerius, sang kaisar bisnis Distrik Velmora yang dingin, hanyalah transaksi bisnis demi menyelamatkan keluarganya dari kehancuran.
Di siang hari, mereka adalah pasangan paling berkuasa di Oakhaven. Namun di malam hari, Elena harus menelan pil pahit saat Dante menghabiskan waktunya bersama Sofia, wanita yang terang-terangan ia cintai di depan mata Elena.
Namun, menara gading yang dibangun Dante mulai retak saat Andrew Valente—musuh bebuyutan Dante sekaligus penguasa kegelapan dari District Ashport—kembali ke kota itu.
Dalam sebuah lelang mewah yang dihadiri seluruh kalangan atas, Andrew melakukan hal yang tak terbayangkan. Ia memenangkan kalung pusaka milik keluarga Elena, lalu memakaikannya ke leher Elena di hadapan Dante yang murka.
"Sudah kembali ke pemiliknya. Nyonya, lama tak berjumpa?"
Bisikan itu memicu kilasan memori yang selama ini terkunci rapat di balik amnesia Elena. Andrew bukan sekadar musuh suaminya. Dia adalah pria yang pernah ia cintai hingga titik darah terakhir. Pria yang seharusnya ia nikahi sebelum kecelakaan maut merenggut segalanya.
Kini, Elena terjebak dalam perang antara dua pria paling berbahaya di Oakhaven. Satu pria memiliki statusnya melalui kontrak, sementara pria lainnya memiliki jiwanya melalui masa lalu yang terlarang.
Saat rahasia gelap tentang sabotase kecelakaannya mulai terungkap, Elena harus memilih: Tetap menjadi Nyonya Valerius yang patuh, atau menyerah pada sentuhan terlarang Tuan Valente yang menjanjikan kebebasan sekaligus kehancuran?

Unfold

Tags: forbiddenlove-trianglefamilyage gapsecond chancearranged marriageheir/heiressdramacityoffice/work placechildhood crush
Latest Updated
BAB 17

"Siapa kau sebenarnya?" bisik Elena pada kegelapan.

Kepalanya mulai berdenyut lagi.

Rasa sakit itu datang bersamaan dengan aroma hujan dan kayu cendana yang mendadak memenuhi indra penciumannya, padahal ruangan itu hanya berbau pengharum ruangan lavender yang hambar.

Elena merebahkan tubuhnya, menarik selimut hingga ke dag……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.