Ah, Ampun Boss!
READING AGE 18+
21++⚠️⚠️ Bukan bacaan di bawah umur!
Fardan membuka selimutnya kemudian keluar dari kamar ruangan utama menuju ke lantai atas. Langkah Fardan begitu pelan, dalam hati Fardan muncul banyak pertanyaan. Pikirnya terjadi sesuatu sampai Mirna berlari dengan tergesa-gesa.
Fardan terus berjalan hingga sampai di pintu kamar Mirna.
Saat menyentuh gagang pintu kamar, Fardan mendengar suara yang tidak biasa.
Fardan sudah menginjak usia orang dewasa, meski tidak melihat apa yang terjadi di balik pintu dari suara desahan dari bibir Mirna yang dia dengar membuat Fardan tahu bahwa Mirna di balik pintu mungkin sedang melakukan hubungan dengan seseorang.
"Kenapa Tante Mirna melakukannya tanpa menikah terlebih dahulu? Padahal Tante Mirna wanita yang berprestasi dan bisa mendapatkan pria yang diinginkan?" Fardan bertanya pada dirinya sendiri.
Fardan mendengar desahan Mirna, Fardan mulai mengernyitkan keningnya. Mirna hanya seorang diri di dalam kamarnya! Tidak ada suara pria hanya ada suara Tante Mirna!
***
Erlangga yang awalnya Mirna kira hanya bermain-main saja dengannya malah memutuskan untuk menikah dengan Mirna. Sebelumnya Erlangga juga sudah bilang kalau pertunangan mereka bisa dibatalkan kapan saja mengingat Erlangga sudah memiliki wanita lain yang diinginkan. Mirna juga sudah setuju mereka sepakat tidak akan terlibat dalam kehidupan pribadi masing-masing. Menurut Mirna tidak mungkin Erlangga sungguh-sungguh jatuh cinta padanya.
“Apakah Erlangga sedang memainkan kartu baru? Tapi kenapa? Pernikahan?"
Di balik pernikahan yang terlihat sempurna Mirna menyembunyikan sebuah bom yang bisa meledak dan menghancurkannya. Sisi yang dia sembunyikan rapat-rapat dan tak pernah diketahui oleh siapapun selain Fardan, mulai diketahui oleh Erlangga Adiyasa....
Unfold
“Tante tidak usah khawatir, aku sudah besar, kalau lapar pasti aku akan makan.” Jawab Fardan sekenanya. Awalnya Fardan tadi ingin melakukan lebih jauh tapi dia merasa Mirna begitu mudah dia kalahkan jadi Fardan menahan diri dan membiarkan Mirna lepas dari tahanannya.
“Ya, tapi kalau kamu nggak makan, atau telat makan nanti kamu bisa sakit……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……