Rumah Dandelion (Antara Cinta dan Penyesalan)
READING AGE 16+
Bagi Ayu Dewi, menjadi perempuan berpendidikan adalah sebuah keharusan. Karena di tangan perempuanlah, anak-anak akan terdidik menjadi sebuah generasi. Tapi bukan berarti ia harus lupa kedudukannya sebagai istri. Sepenuh hati Ayu mengabdi untuk menjaga diri, keluarga, dan harta suaminya kala suaminya jauh darinya, tapi justru penghianatan yang ia dapatkan. Ia diduakan ketika mengandung anak keempatnya. Ayu terpuruk. Hancur. Hingga nyaris mengakhiri hidupnya. Tapi Tuhan mengirimkan seorang Elang, tak hanya untuk membantunya bangkit, tapi untuk membawanya terbang lebih tinggi dengan sayapnya.
Elang Kusuma Jati adalah seorang dokter muda yang baru menyelesaikan spesialisnya. Elang, tak pernah merencanakan sebuah pernikahan. Tidak dengan perempuan manapun. Ia terlalu sibuk dengan panggilan jiwanya sebagai seorang dokter. Terlebih kondisinya yang divonis kesulitan memiliki keturunan membuatnya enggan meromantisasi pernikahan.
Tapi semua berubah setelah ia melihat sendiri bagaimana seorang Ayu menjadi ibu tunggal bagi keempat anaknya setelah dikhianati mantan suaminya. Sekali lagi, Elang ingin menjadi lebih berarti untuk Ayu. Menjadi sandaran terkokoh untuk perempuan itu. Memberinya sayap agar Ayu bisa mencapai semua impian yang selama ini hanya dipendamnya.
“Menikahlah denganku, dan ambillah spesialis setelah itu. Aku akan dampingi kamu sampai menyelesaikan spesialismu dan mengurus anak-anak hingga mereka dewasa. Pikirkan baik-baik, Ayu. Aku akan menunggu, selama apapun waktu yang kamu butuhkan untuk mengatakan iya.”
Akankah Ayu menerima Elang yang menawarkan sayap untuknya mengejar impiannya menjadi dokter spesialis? Lalu bagaimana jika takdir mempertemukannya kembali dengan mantan suaminya? Akankah Ayu goyah dan memilih membangun kembali rumahnya yang hancur agar anak-anaknya tetap bisa bersama orang tua kandungnya?
Unfold
Setelah setahun bekerja, Adeeva akhirnya bisa mengontrak rumah kecil dengan uang tabungan dan uang sisa peninggalan ayahnya. Ia memilih rumah kecil di kampung yang tak terlalu jauh dari sekolah luar biasa tempat Haidar nantinya bisa mulai bersekolah.
Meski mungkin terlambat, tapi setidaknya, adiknya bisa belajar bersosialisasi dan beber……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……