Suamiku Nerakaku
READING AGE 18+
Warning!
Cerita ini penuh kekerasan fisik dan mental. Kata-kata kasar dan adegan-adegan yang bisa menimbulkan reaksi psikologis. Tidak disarankan bagi pembaca yang memiliki kecenderungan penyintas.
**
Selama dua tahun, Arshanin Rantika Putri percaya bahwa ia dicintai oleh pria yang tepat. Bravendra Mahardika nyaris sempurna—tenang, dewasa, protektif, dan selalu tahu cara membuat Arshanin merasa aman.
*
Tidak pernah ada tanda bahwa pria itu menyimpan sesuatu yang gelap di balik tatapan teduhnya.
Sampai malam setelah mereka resmi menjadi suami istri, untuk pertama kalinya, Arshanin melihat wajah asli Bravendra Mahardika.
*
Dan sejak malam itu, rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat pulang berubah menjadi perangkap yang siap menghancurkan Arshanin kapan saja.
Tidak ada yang percaya pada Arshanin. Semua orang mengenal Bravendra sebagai pria sempurna dengan masa depan cemerlang. Cinta yang ditunjukkan ke depan publik terlihat begitu besar pada istrinya.
*
Padahal di balik semua itu, Bravendra adalah mimpi buruk bagi siapa pun yang mengusiknya.
Arshanin mencoba bertahan. Mencoba pergi dan menyelamatkan diri. Namun, makin ia melawan,
Bravendra menunjukkan bahwa cinta bisa berubah menjadi obsesi yang menyesakkan.
*
Hingga suatu malam, Arshanin menyadari satu hal mengerikan: Bravendra melakukan itu karena luka lama yang tidak pernah diungkapkan dan belum pulih.
*
“Kenapa kamu lakukan semua ini padaku, Mas?!”
*
“Karena aku mencintaimu, b******k! Aku pastikan kamu siap lihat mereka mati jika berani menyentuhmu!”
Unfold
Keesokan harinya ....
Setelah kemarin sempat menghadapi kecurigaan Rima, semalam Shanin bisa tidur nyenyak karena Bravendra yang tidak bertindak kasar padanya. Pria itu seperti membiarkannya beristirahat tenang tanpa kembali menunjukkan sikap implusifnya.
Siang ini, Shanin sudah duduk di salah satu kursi meja makan. Meja marm……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……