Pria Misterius yang Datang ke Kamarku Setiap Malam
READING AGE 16+
Suatu hari, Wendy terbangun tengah malam dan mendapati seorang laki-laki bertopeng sedang menciumnya. Laki-laki itu bukan hanya merebut ciuman pertamanya tapi juga membekapnya dan mengancamnya.
“Ayo kita permudah saja! Jika kamu berteriak, aku akan melakukan lebih dari ciuman. Tapi jika kamu diam, aku akan pergi.” Bisiknya dekat sekali. Bibirnya menyunggingkan senyuman yang menakutkan. Wendy tidak mengenal laki-laki bertopeng dengan rambut pirang ini. Sehingga membuatnya sangat ketakutan. “Bagaimana Wendy? Kamu mau diam atau mau lebih dari sekedar ciuman?” bisik laki-laki itu lagi.
Wendy terus memberontak tapi tenaganya kalah kuat darinya. Karena itu Wendy pura-pura setuju dan berniat berteriak ketika tangan laki-laki itu terlepas dari mulutnya. Tapi belum sempat dia berteriak, bibirnya sudah kembali di bungkam menggunakan bibir pria misterius itu. Lebih dari sekedar kecupan seperti yang pertama tadi. Kali ini pria misterius itu benar-benar mencuri ciuman pertama Wendy.
“Aku akan menyimpan sisanya untuk bulan madu kita nanti.” Ucapnya sambil melangkah pergi, melompat dari jendela lantai tiga rumah Wendy. Meninggalkan gadis itu yang syok, kaget dan menangis.
Wendy mencium aroma Regarta dari pria misterius tadi. Tapi Wendy tidak yakin itu adalah Regarta yang di cintainya. Sebab Wendy merasa Regarta tidak menyukainya dan dia juga sudah memiliki kekasih.
Siapa sebenarnya pria misterius yang mulai datang setiap malam dan memaksa Wendy melakukan hal-hal romantis itu? Bagaimana cara Wendy bisa terlepas dari jeratan pria misterius pemaksa yang lama-lama membuat Wendy nyaman itu? Bisakah Wendy benar-benar melepaskannya atau justru jatuh cinta padanya?
Unfold
Aku masih memikirkan mimpiku bersama Regarta di Rumah Sakit. Jelas-jelas Mela dan riska mengatakan bahwa semalaman ketika aku pingsan itu mereka yang menjagaku, tapi kenapa banyak tanda kemerahan di sekitaran dadaku saat aku pulang dari Rumah Sakit keesokan harinya. Aku tentu saja tidak berani menunjunjukkannya pada Mela dan Riska atau merek……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……