Bestie
Share:

Bestie

READING AGE 18+

3nergi Fantasy

0 read

Antara Teni dan Seha ada ketertarikan satu sama lain. Keduanya lebih dari teman dekat gara-gara paras yang mereka miliki.Di jam kosong, di kelas mereka, Seha bercerita hal menyeramkan. Akibatnya Teni jadi memikirkan sosok Seha yang masih SD itu, yang menjerit minta pertolongannya."Kyaaa..! Inet! Help me! Teniii..! Help meee!"Jeritan si bocah tak bisa Teni lupakan mengingat Seha temannya di tiap waktu.Seha Kecil yang sok Inggris baru saja keluar portal kemudian korban ditarik paksa masuk ke dimensi paradok.Teni belum mampu mencegah pembunuhan mengerikan yang sering disaksikannya itu, merasa dirinya pelaku dari kesadisan yang ada.Teni diminta fokus pada realitanya terlebih dulu, kestabilan mental akan memudahkan tim Careen menemukan tubuh astral-nya. Kelak saat sudah jadi astraler, Teni akan lebih mudah memahami masalah yang banyak menimpa lusid.Sebagai lusid, Seha memberitahu indentitasnya lewat cerita seram karena Teni memang sudah dapat gentayangan di dunia jins.Kenapa ada huruf s pada kata jin? Ini pun satu hal yang ingin Teni tahu dalam mengenal komunitas si pacar. Alasan ingin hidup mandiri, nyatanya Teni berhenti sekolah demi jadi astraler, ingin berdampingan dengan lusid.Benar adanya, Seha Kecil sedang ditawan satu paradok. Namun Dark Nature yang Teni inderai memperlihatkan banyak versi Seha, rawan baginya jika salah mengenal mahluk di Fanaverse."Biar nih bocah bukan diri lo, gue kepikiran terus, Sar. Gimana cara masuk ke dunia lo ini, Sayang? Bawa gue masuk, libatin gue di petarungan lo. Plis.. Nih bukan permintaan seorang temen, nih kebutuhan idup gue."Teni yang banyak spill, kembali gagal mencari jejak teman kecilnya, lawan bicaranya langsung berubah menyeramkan dan Teni-lah yang kini menjerit-jerit. "Aaarhh! Aaarh..!""Kat! Oke ulang. Mood kurang naik. Tinggikan suara kamu. Rasa takut. Bukan nyanyi orkesta..!"

Unfold

Tags: mysteryactor
Latest Updated
Bab 8

Jam dinding kamar menunjuk angka 3, jarum menit 5, pukul 15:20. Teni masih duduk bersila di kasurnya dengan kaos agak menjuntai menggantung bahu, kaos Seha. Selimut yang dia gelar sebelum yoga sudah kosong, Teni masih menutup mata dalam meditasinya. Kamar pun tampak sudah rapi, karpet di situ terbebas dari 'polusi' serta tidak ada koper.

<……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.