SAGA MEDANG
READING AGE 18+
PREAMBULE – SUARA BATU
SVASTI ||
namo brahmāya viṣṇave śivāya ca namo namaḥ |trailokya-sthāpanāya ca jagatāṁ hitakārine ||śrī-makutavaṁśa-prabhavaḥ śrī-īśāna-kulodbhavaḥ |mahārājaḥ samutpanno dharmmawangśa-nṛpottamaḥ ||tasya putrī mahendradattā nāmnā śrīmatī yaśasvinī |udyānavaṁśa-nṛpātmajā jāteyaṁ śrī-airlanggakaḥ ||sa ca bālāt parākrāntaḥ satataṁ dharmma-sevakaḥ |śūraḥ kṣāntaḥ prajñāvān lokānāṁ hitakārakaḥ ||yadā kṣubhitaṁ jagat sarvaṁ rājyānāṁ nāśa-kāraṇam |tadā sa śrīmahārājaḥ rakṣitvā bhūmi-maṇḍalam ||punar-sthāpya samagraṁ rāṣṭraṁ dharmmeṇa śāsayan |śāntiṁ ca sthāpayāmāsa sarva-loka-sukhāvaham ||atasmin kāle dharmmārthaṁ viprāṇāṁ śrama-śāntaye |pucangan-nāma-deśe tu simāṁ dattvā vyavasthitaḥ ||yaḥ kaścid etāṁ simāṁ bhindyātrājājñām ullanghya pāpātmā |sa indreṇa vajreṇa hanyātyamena nīyāt narakaṁ ||tasya putrā na jāyeranvaṁśo naśyed aśeṣataḥ |rogaiḥ pīḍyeta durbhikṣekṣudhā-tṛṣṇābhir ārditaḥ ||bhūta-preta-graha-grastaḥsarvadā bhayam āpnuyāt |iha loke paratra canāsti tasya sukhodayaḥ ||iti devānām ājñayāmahārājñaḥ śāsanam idam |yo ’tra viparyayaṁ kuryātsa bhavet pāpa-bhāg bhṛśam
||SVASTI ||
Salam sejahtera.
Hormat kepada Brahma, Wisnu, dan Siwa,para penjaga tiga dunia,penegak keseimbangan kosmos.
Dari wangsa Makutawangsa,lahir dari keluarga suci Isyana,muncullah raja agung Dharmawangsa,penguasa utama negeri ini.Putrinya bernama Mahendradatta,yang mulia dan penuh kemasyhuran,dipersunting Raja Udayana dari Bali,dan dari persatuan itu lahirlah Sri Airlangga.
Sejak muda ia telah menunjukkan keberanian,teguh dalam dharma,pemaaf dan bijaksana,bekerja demi kesejahteraan semua makhluk.
Ketika dunia terguncangdan kerajaan-kerajaan runtuh,maka raja besar itu melindungi bumi dan rakyat,menegakkan kembali tatanan yang hancur.Ia memulihkan negara dengan hukum,menegakkan kedamaian,dan menghadirkan kesejahteraanbagi seluruh penjuru dunia.
Pada masa itulah,demi kebajikan, demi para brahmana dan penjaga ilmu,ia menetapkan tanah bernama Pucangan sebagai sima suci,bebas dari pajak dan gangguan.
Barang siapa melanggar tanah sima ini,menentang titah raja,biarlah ia disambar petir Indra,dan diseret Yama ke kerajaan maut.
Semoga ia tidak memperoleh keturunan,semoga garis keturunannya terputus,semoga ia dirundung penyakit dan kelaparan,dikejar haus dan penderitaan.
Semoga ia dirasuki bhuta, preta, dan roh jahat,hidup dalam ketakutan tanpa henti,dan di dunia ini maupun sesudah matitak pernah menemukan kebahagiaan.
Demikianlah titah para dewadan perintah raja agung ini.Barang siapa membalikkan ketetapan iniakan memikul dosa yang amat besar.
Salam sejahtera.
Unfold
Jaring yang Disusun dari Sunyi (Catatan dari Sisi Sriwijaya)
Mereka tidak menyebut diri mereka telik sandi. Mereka menyebut diri mereka Jala Raksa Samudra jarring penjaga Samudra, penjaga arus.
Karena bagi mereka, ancaman bukan datang seperti badai. Ia datang seperti perubahan arah air—halus, tapi pasti. Dan tugas mereka adala……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……