“GAK MAU!”
Saka mendengkus pelan. Ia tidak memedulikan bagaimana kepala-kepala yang menoleh padanya mendengar pekikan dari mejanya itu.
“Pak Saka jangan jadiin saya tumbal, dong,” protes Ala pada bosnya itu.
“Tumbal?” tanya Saka.
Ia menahan dengkusannya, tidak Ala tidak adiknya. Kenapa semuanya membicarakan tumbal? Apa ia……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……