Ketika Semesta Sedang Bercanda
READING AGE 12+
Sekolah Menengah Atas. Latar belakang dari setiap cerita cinta yang dibalut seragam putih kelabu, topi, dasi dan bahkan sabuk hitam yang selalu hilang dua jam sebelum upacara bendera. Tapi sayangnya, riuh merah jambu itu hanyalah bualan dongeng pengantar tidur. Sekolah sebenarnya tak lebih dari tempat berkumpulnya jiwa-jiwa murung yang terkungkung dibalik buku-buku tebal, rantaian peringkat ujian, dan harapan gemilang masa depan.
Salah satu jiwa murung itu adalah Alan, seorang lelaki rapuh yang terus melarikan diri dari penyesalan. Tak sengaja, ditengah pelariannya, ia bertemu seorang gadis bernama Kinan. Seorang gadis populer sekolah yang memenuhi seluruh standar definisi ‘Sempurna’. Namun siapa sangka, dibalik kesempurnaan itu Alan malah tak sengaja menemukan luka Kinan yang menganga.
Lalu, akankah jiwa-jiwa murung itu berhasil membebaskan diri dari cengkraman canda semesta atau malah lebih memilih untuk berlari dan terus menyembunyikan diri?
Unfold
"Aku paling suka melihat ke jalanan yang telah kita lewati. Rasanya, tenang dan penuh syukur. Seolah, dunia berkata padaku 'Lihatlah, Nan, sudah seberapa jauh yang kau tempuh!'"
Alan mengecup sekilas puncak kepala gadisnya yang bertengger penuh kantuk dibahu. Malang telah menyambut mereka, perjalan panjang yang sedari tadi di……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……