263
VISITORS
2

ABOUT ME

penulis baru di dreame berharap bisa seperti penulis lainnya. yang berhasil dalam cerita mereka. Dan bisa berkembang dalam menulis terus menerus. jangan lupa untuk follow dan vote terus komen ya!

ABOUT ME

penulis baru di dreame berharap bisa seperti penulis lainnya. yang berhasil dalam cerita mereka. Dan bisa berkembang dalam menulis terus menerus. jangan lupa untuk follow dan vote terus komen ya!
FOLLOWING
You are not following any writers yet.
More

STORY BY Pidela

Gairah CEO Impoten

Gairah CEO Impoten

Reads

"Sialan! Kenapa masih tidak bisa?!" . Gilang Admaja menggeram frustrasi, menghempaskan punggungnya ke kursi kebesaran CEO. Di usianya yang ke-31, dia memiliki segalanya: kekuasaan, ketampanan, dan kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Namun, ada satu rahasia kelam yang menghancurkan harga dirinya—aset berharganya tak pernah sekalipun berdiri tegak. Layar monitornya selalu menyajikan adegan panas, puluhan wanita panggilan paling mahal telah dia bayar, tetapi segalanya tetap 'mati' tanpa gairah. . Gilang mulai percaya dirinya benar-benar bernasib malang. Sampai hari itu tiba. . Tok, tok. . "Pak Gilang, ini berkas laporan yang Bapak minta," suara lembut mengalihkan perhatiannya. . Sekar Anggini masuk dengan kemeja kancing tertutup rapat hingga leher dan rok span di bawah lutut. Tampak luar, dia hanyalah sekretaris sok polos yang membosankan. Namun, saat Sekar membungkuk meletakkan dokumen, mata Gilang tak sengaja menangkap lekuk tubuh yang tersembunyi di balik pakaian longgar itu. Dada yang terlampau berdesakan dan pinggul berbobot yang begitu menggoda. . Seketika, darah Gilang mendidih. Sebuah sengatan panas menjalar cepat ke area bawah perutnya—perasaan asing yang tak pernah dia rasakan seumur hidupnya. Asetnya yang selama ini mati, mendadak bangkit keras dan menegang hebat! . Gilang berdiri, melangkah pelan memotong jalan keluar Sekar, lalu mengunci pintu ruangannya. . "P-Pak Gilang? Ada apa?" Sekar mundur ketakutan, dadanya naik turun dengan gairah yang tanpa sadar terpancar dari matanya. . Gilang tersenyum miring, menatap sekretarisnya dengan tatapan lapar yang sanggup melumat. "Ternyata selama ini aku tak butuh wanita berpengalaman, Sekar... Aku hanya butuh kepolosanmu untuk berada di atas ranjangku." . Apakah Sekar sanggup menahan gairah panas sang CEO yang akhirnya berhasil terbangun dari tidur panjangnya?

Updated at

Read Preview
Godaan Gadis Perawan

Godaan Gadis Perawan

Reads

"Masa hari gini masih 'suci'? Kuno banget!" . Ejekan yang menggema di telinga Jessica Jane (23) akhirnya menghancurkan batas kesabarannya. Lelah terus-menerus dijadikan bahan tertawaan, ia nekat melangkah ke klub malam dengan satu misi gila menyerahkan kesuciannya malam ini juga. Namun, alih-alih menemukan pria tampan, ia justru masuk perangkap pria tua hidung belang yang hampir memperkosanya. . Di detik-detik paling menegangkan, sebuah tangan kekar menariknya menjauh. Regan Anggara (31), pria matang berparas menawan dengan aura dominan, hadir bak penyelamat. Satu tindakan heroik Regan cukup untuk membuat Jessica jatuh hati sejatuh-jatuhnya. . Masalahnya, Jessica bukan cuma jatuh cinta, tapi juga nekat! . "Mas Regan penyelamatku, kan? Daripada pria tua tadi, lebih baik Mas saja yang tiduri aku!" seruh Jessica gamblang, menyudutkan Regan di koridor. . Regan memijat pelipisnya, menatap Jessica dengan tatapan tak percaya. "Kamu gila, Jessica! Pulang sekarang dan benahi otakmu, bukannya meracau minta ditiduri!" . "Aku tak peduli dibilang gila! Mulai detik ini, aku cuma mau Mas Regan!" . Regan menolak tegas, menganggap Jessica hanyalah bocah labil yang hilang arah. Namun, makin keras Regan membenteng diri, makin gila-gilaan Jessica melancarkan godaan demi menaklukkan sang penyelamat.

Updated at

Read Preview

Navigate with selected cookies

Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.