1
VISITORS
0

ABOUT ME

Terkadang aku ingin kalian berfikir, apa dunia khayalan yang seindah dalam bayangan kalian dengan naga, kesatria, sihir, dan monster raksasa adalah tempat yang terbebas dari tragedi? Lanskap alam yang menawan dengan mahluk eksotis yang ada di dalam imajinasi kalian itu jika menjadi nyata maka akan terbebas dari derita dan kekejaman? Bagiku, Tidak akan semua itu menjadi indah selama mahluk yang memiliki kehendak bebas dengan akal berjalan di atasnya. Aku tahu sebenarnya kalian hanya ingin menderita di dunia fantasi dan jalan untuk meraihnya adalah dengan berfantasi di dunia yang penuh derita ini. Carilah romansa dari tragedi dalam tulisanku yang cacat ini, tapi berjanjilah untuk menemukan dirimu menjadi mulia di dunia yang busuk ini. Dunia kita ditakdirkan untuk membusuk, tapi janganlah kalian ikut membusuk bersama dunia ini. Seperti Agas... Seperti Skenho... Seperti Apta... Seperti Ru'u... Seperti Voluntas... Seperti semua orang yang memiliki itikad baik untuk mendapatkan akhir yang baik, meski terbungkus tragedi Pilih jalanmu!... Pilih jalanmu!... Pilih jalanmu!... Tulisanku adalah dunia pelarianku, di dalamnya aku menghindari realita untuk menerima realita.

ABOUT ME

Terkadang aku ingin kalian berfikir, apa dunia khayalan yang seindah dalam bayangan kalian dengan naga, kesatria, sihir, dan monster raksasa adalah tempat yang terbebas dari tragedi? Lanskap alam yang menawan dengan mahluk eksotis yang ada di dalam imajinasi kalian itu jika menjadi nyata maka akan terbebas dari derita dan kekejaman? Bagiku, Tidak akan semua itu menjadi indah selama mahluk yang memiliki kehendak bebas dengan akal berjalan di atasnya. Aku tahu sebenarnya kalian hanya ingin menderita di dunia fantasi dan jalan untuk meraihnya adalah dengan berfantasi di dunia yang penuh derita ini. Carilah romansa dari tragedi dalam tulisanku yang cacat ini, tapi berjanjilah untuk menemukan dirimu menjadi mulia di dunia yang busuk ini. Dunia kita ditakdirkan untuk membusuk, tapi janganlah kalian ikut membusuk bersama dunia ini. Seperti Agas... Seperti Skenho... Seperti Apta... Seperti Ru'u... Seperti Voluntas... Seperti semua orang yang memiliki itikad baik untuk mendapatkan akhir yang baik, meski terbungkus tragedi Pilih jalanmu!... Pilih jalanmu!... Pilih jalanmu!... Tulisanku adalah dunia pelarianku, di dalamnya aku menghindari realita untuk menerima realita.
FOLLOWING
You are not following any writers yet.
More

STORY BY R. A. Mumtaza

DHASKALOM I

DHASKALOM I

Reads

Latar belakang dunia Dhaskalom

Updated at

Read Preview
DHASKALOM

DHASKALOM

Reads

Ketika armagedon telah usai kalian akan bingung siapa mereka yang agung ketauhilah! Dia tidak memakai mahkota dia tidak memiliki singgasana tapi semua ada di tangannya 2 pencipta telah mati 2 penjaga telah pergi 6 anak sisa dua tapi hidup sendiri tanyakan pada orang utara siapa musuh yang tinggal di atas gunung tanyakan pada orang selatan siapa yang akan datang di lereng gunung tanyakan pada orang barat dan timur siapa yang pantas memimpin menaiki gunung satu anak gila adalah kesatria anak tertua bisa berkuasa tanpa senjata orang langit jika tahu sangatlah murka Kitab Dhasta telah lama hilang, terkubur oleh waktu dan sejarah yang tak terkatakan. Lembar terakhirnya memuat ramalan yang menggambarkan takdir dunia setelah sang pencipta Dhasta dan Kawahya tiada. Di mana keberadaan buku itu kini, tak seorang pun tahu. Semua kekacauan dimulai sejak perang terbesar dalam sejarah Dhaskalom Perang 6 Anak, yang dikenal pula dengan nama Perang Safnurat. Walau peristiwa itu telah berlalu lebih dari seratus tahun, jejak kehancurannya masih membekas, menghantui setiap sudut tanah Dhastangger. Mereka yang selamat, terpaksa hidup dalam persembunyian, tersebar di wilayah-wilayah kecil yang terlindung oleh benteng-benteng kokoh. Sekarang dunia tertutup oleh kegelapan yang dibawa dua ras terkutuk Gorin dan Aluzelian. Azalian, Flovorian, Brasatian, dan Catussian ras yang tersisa dari Dhastangger terus berjuang membangun kembali peradaban mereka dari puing-puing kehancuran, sementara Azalian menghilang entah kemana. Namun, bukannya bersatu, mereka justru terpecah, saling bermusuhan demi memperebutkan apa yang tersisa: sumber daya yang amat berharga, yaitu sihir. Sihir, yang kini menjadi barang yang sangat langka dan tak ternilai harganya, adalah alat yang menguasai dan memanipulasi alam melalui kekuatan mistis. Segala sesuatu yang berhubungan dengannya, baik itu benda maupun makhluk, menjadi aset yang sangat diburu setiap negara. Pengetahuan tentang sihir tak diperoleh melalui logika, melainkan melalui intuisi, pemahaman yang mendalam akan alam dan kekuatannya. Di antara kerajaan Atiria dan federasi Brasatia, seorang Hikshopistes dari bangsa Catus bernama Sken-ho menciptakan teknik yang revolusioner, menggabungkan energi alam dengan pepohonan di hutan. Dengan teknik itu, sang pengguna bisa memanfaatkan kekuatan hutan, mulai dari perlindungan hingga penyerangan. Namun, bukannya bersatu untuk menjaga penemuan itu, kedua negara adidaya itu justru terjebak dalam ambisi untuk menguasainya demi kepentingan mereka sendiri. Kecewa oleh pengkhianatan itu, Sken-ho melarikan diri, bersembunyi dalam bayang-bayang. Kedua negara adidaya itu, yang sebelumnya mengejar dirinya, kini hanya mencari satu hal: jantung hutan sihir yang ia ciptakan. Dan cara mereka yang dianggap paling efisien untuk mendapatkannya adalah dengan ekspansi, menjelajah lebih jauh ke dalam hutan yang dahulu mereka anggap sakral. Agas, yang saat itu masih kecil, kini tinggal di desa Skenhodoy, sebuah desa strategis yang terletak di antara wilayah konflik. Desa ini menjadi satu-satunya titik utama yang memungkinkan Brasat bertahan dan tetap terhubung dengan ibu kota Shodalvat.

Updated at

Read Preview

Navigate with selected cookies

Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.