Bagi Nayla pernikahan adalah sakral. Perjanjian dengan Tuhan yang tak hanya membawa konsekuensi status di dunia, tapi ibadah terpanjang yang akan menuntun langkahnya kelak hingga ke surga. Karenanya, ia akan sebaik mungkin menjalani perannya, menjadi istri dari seorang laki-laki yang ia kenal baik ibunya. Bagi Adit, restu ibunya adalah yang utama di dunia ini. Bahkan ketika hubungannya dengan kekasihnya tak jua mendapat restu, ia memilih mengalah pada pilihan ibunya. Ia yakin ibunya akan selalu mengusahakan yang terbaik untuknya. Tapi akankah ia mengusahakan yang terbaik juga untuk pilihan ibunya?
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.